Ulang Tahun Korona dan Anak Didik Kita

Aku yang hari ini masih bertanya:
Mata lugu akan dijinjing ke mana,
Tangan ringkih disuruh mengangkat apa,
Kaki lemah melangkah tempat apa,
Mulut mereka terbuka lebar
Isi kepala terjejal
Sebuah dunia ia tak tahu mulai dari mana
Berselancar adalah piknik paling megah 
Sampa kapan?

Gawai jadi oksigen dihirup setiap kesempatan
Angin sejuk menyapa dari mulut tetua jadi purba di telinganya
Sapa mesra masih saja
Dianggap dinding penghambat laju berjalan
Katanya, lari mustahil dilakukan

Baju seragam mulai kumal
Papan pulis merana minta didatangkan teman setia
Sampai pabila?

Oo, engkau yang masih belum terjaga
Mari bangun dari mimpi
Mari bergandengan tangan
Mengusir wabah berkelindan
Dari segala sudut padang

Oo, ulang tahun telah datang
Ia tetap saja menggigit dan menawan
Kita harus lakukan
Usir layaknya perang
Tak usah saling menantang
Tak usah saling abaikan
Tak usah saling salah-salahan


Ada mata minta dituntun menjalani masa depannya
Tangan ringkih minta digandeng dengan sabar
Kaki limbung minta dituntun
Dunia maya,
Dunia nyata
Mari jadikan sarana
Di depan sana ada cita-cita
Untuk sebuah keberhasilan
Jangan lagi ditunda

Tb, 5 Maret 2021
sumber gambar: cnnindonesia.com

Komentar