Berita tentang keberadaan seekor singa telah menarik perhatiannya. Seumur hidup ia tidak pernah melihat singa.
Karena terpesona dengan kabar itu maka ia pun bertekad untuk melihatnya.
Dari tempat yang jauh ia berjalan menuju hutan. Ketika mencapai hutan, setelah bertahun-tahun merasakan sulitnya perjalanan.
Melintasi ribuan kilometer dari tempat tinggalnya, ia kemudian melihat singa dari kejauhan. Namun langkahnya terhenti, tidak mampu mendekati lagi.
Mereka berkata, "Kau datang dari jauh dan menempuh berbagai rintangan karena cinta akan singa ini. Ia tak membahayakan siapa pun yang mendekatinya dengan berani. Yang memeliharanya penuh cinta.
Singah hanya marah pada mereka yang takut padanya. Ia menyerang hanya pada mereka yang punya niat jahat ingin mencelakainya.
Kini, kau telah sampai di sini setelah perjalanan panjang. Kau sudah begitu dekat kepada singa. Mengapa kau berhenti? Majulah lebih dekat lagi!"
Tetapi orang itu tak berani maju lebih dekat lagi meskipun selangkah.
Mereka berkata, "Seluruh langkah yang telah aku tempuh begitu mudah. Tetapi aku tak mampu mengambil satu langkah ke depan."
Realitas memang berbeda, kawan! Satu langkah sungguh sangat menentukan. Mengapa tak berani maju selangkah lagi?
Kepada orang seperti ini, orang-orang akan berkata, "Engkau menghayal!"
TB, 19 Pebruari 2021
Komentar
Posting Komentar