Telah hadir sejumlah nama, tepampang megah di depan linimasa. Ia menawarkan jasa, senyum menawan, dahi lebar mengkilat menandakan berbakat
Kita para penonton asyik saja mengeja, lupa siapa huruf depannya, siapa huruf belakangnya
Padahal setiap huruf telah jelas sepak terjangnya
Dahulu begitu menggebu, kemudian lenyap tertimpa beratnya mahkota di kepala
Dahulu cemerlang isi kepalanya, lalu putus seperti sarang laba-lab
Mereka tak pernah salah!
Kita saja terlalu berbaik sangka, modal seribu minta kembali sejuta
Segengam sapu lidi, meminta sebersih vacum cleaner
Mana bisa?
Lihatlah tukang jamu di pasar minggu, seperti kecap yang selalu nomor satu
Seperti segala penyakit sembuh hanya sekali seduh, seru!
Mereka tak pernah salah!
Dengarkan apa isi khutbah, adalah jalan salah diceritakan panjang lebar
Pasangan telinga terbuka dan mendengar
Saat satu persatu turun panggung
Saat jalan berliku sulit dituju
Seorang pedagan jeruk akan berkata, "Kalau kalian protes karena aku katakan jerukku manis ternyata kecut. Kau hanya beli satu kilo. Sementara aku? Satu truk sudah aku beli semua. Memangnya aku bisa kembalikan pada penanamnya?"
Kita mungkin hanya akan tertawa, lalu sebelum tidur berkaca
Mereka salah?
Sekali lagi kau akan tertawa, lalu berkata seolah paling benar sedunia
"Memangnya aku bisa apa? Sementara yang lain memilih dia."
Kalau dua ratus juta lebih berkata dengan kalimat yang sama, jawabnya pasti akan sama. Nyatanya tak pernah sekalipun sesal dan kecewa lepas dari dada
Para penjual nama, mereka sangat ahli dalam perdagangannya
Ia tahu nanti dapat untung berapa
Ia membaca isi kepala pembelinya
Mereka tak pernah salah!
Mereka salalu menatap dengan tatapan tajam
Mengambil kesempatan karena kita begitu mudah melupakan
Begitu gampang memaafkan
Dan begitu nikmat menyalahkan
Kalau mereka tak pernah salah, lantas siapa yang salah
Kita?
Bukan, bukan kita
Akulah yang telah salah membaca berita
Para penjual nama,
Ia adalah yang duduk di singgasana
Seperti bara api yang sedang dinikmati
Hanya nikmat ditatap
Sungguh sakit namun ia telah terbiasa menyimpan ratap
Tb, 3 Maret 2021
Komentar
Posting Komentar