Selembar Daun dan Sekuntum Bunga

Sekuntum bunga
Mekar melambai pada kumbang
Senyum menawan
Setitik demi setitik madu mengering
Kumbang pergi
Setelah kenyang mengisap sari

Kelopak jatuh melayang-layang
Hanya terdengar jeritan
Terbang terbawa angin
Kelopak lupa kembali pulang

Kelopak sampai di sungai
Arus deras menghanyutnya hingga ke bibir pantai
Tak seekor ikan pun mau memakan
Kelopak jadi sampah berserakan

Kelopak tersisa menjadi tua dan renta
Tak ada putik membentuk buah baru
Penerus keturunannya
Wanginya sirna
Kumbang engan melirik
Apalagi mendekat

Kelopak terakhir jatuh ke tanah
Dalam gelap tertimbun-timbun
Tertimpa-timpa
Kuncing mendekat
Ia tak ingin menyantap
Paling mungkin adalah pipis atau berak
Kelopak bunga jadi penutup kotorannya

Di tempat lain
Selembar daun jatuh
Di ujung senja
Setelah gerimis pergi meninggalkannya
Daun terjatuh ke telaga
Terapung sambil menyebut Agung Nama

Saat sampah lain menumpuk lalu menghanyutkannya
Dari bibirnya zikir kebesaran-Nya

Beberapa saat sebelumnya 
Daun jatuh menimpa batu
Tak ada keluh, ada adu 
Teruntuk Yang Maha Satu

Di tengah kota
Di ujung desa
Daun hiasi taman
Dilihat atau dilupakan
Hanya menant bayangan senja
Terakhir kali dinikmatinya
Sambil bersyukur
Ia telah diciptakan

TB, 24 Pebruari 2021

Sumber gambar: www.watpad.com

Komentar